(Perkuliahan di Kampus I Padang)

PROFIL PROGRAM STUDI S-1 GIZI STIKES PERINTIS 

 

Yayasan Perintis yang sudah berdiri sejak 21 Juli 1988 dengan AKTA No.88. Tujuannya adalah membantu dalam melaksanakan upaya-upaya pendidikan tenaga kesehatan. Pada Tahun 2006 melalui Kepmendiknas No. 162/D/O/2006 dikeluarkan izin dua Program Studi yaitu S-1 Keperawatan dan D-III kebidanan. Melalui Kepmendiknas No. 17/D/O/2007 untuk program studi S-1 Gizi dan D-IV Analis Kesehatan. Berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 010/BAN-PT/Ak-XV/S-1/V/2012 Tanggal 16 Mei 2012 Prodi S-1 Gizi memiliki nilai akreditasi C.

Ketua Program studi yang pernah menjabat sebagai berikut :

  1. Dr. H.Muzni Mukhtar,M.Sc tahun 2007-2010
  2. Hj.Iswanelly Mourbas,SKM
  3. Gusnedi,STP.M.Ph tahun 2011
  4. Erina Masri,SKM.M.Biomed tahun 2012
  5. Nurhamidah,SKM.M.Biomed tahun 2013  s/d 2014
  6. Putri Aulia Arza, SP. M.Si tahun 2015 s/d sekarang

 

Visi :

Menjadi Pusat Pendidikan Sarjana Gizi yang Sehat dan Bermutu dalam Bidang gizi  masyarakat ditingkat regional Sumatera pada tahun 2020.

 

Misi :

  1. MenyelenggarakanPendidikandan Proses Pembelajaran untuk menghasilkan sumber daya manusia diBidang Gizi masyarakat.
  2. Menyelenggarakan Penelitian dalam rangka mengembangkan Iptekbidang gizi
  3. Menyelenggarakan Pengabdian Masyarakat dalam upaya Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Gizi.
  4. Menyelenggarakan Kerjasama dengan Institusi Pemerintah dan Swasta dalam menjalankan TridarmaPerguruan Tinggi

 

Tujuan Program Studi S-1 Gizi :

Untuk mencapai visi dan misi program studi S1 Gizi, maka tujuan proses kegiatan pendidikan adalah ;

  1. Menghasilkanlulusanyang memiliki kemampuan akademik tinggidalam bidang gizimasyarakat.
  2. Menghasilkan lulusan  yang  mampu melakukanpenelitian dalam bidang gizi yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengimplementasi pengetahuan dan keterampilan dalam bidang gizi kepada masyarakat.
  4. Terjalinnya kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi

STRUKTUR ORGANISASI PRODI S1 GIZI

Kaprodi : Putri Aulia Arza, SP, M.Si
Sekretaris
:
Ai Kustiani, S.Gz, M.Si
Penanggung Jawab Akademik : Wilda Laila, SKM, M.Biomed
Penanggung Jawab Monitoring dan Evaluasi : Rahmita Yanti, SKM, M.Kes
Penanggung Jawab Kerjasama Hubungan Luar : Erina Masri, SKM, M.Biomed
Penanggung Jawab Kemahasiswaan Dezi Ilham, M.Biomed

KOMPETENSI PROGRAM STUDI S1 GIZI

Kompetensi Sarjana Gizi Mengacu pada Kompetensi Utama (Core competencies) yang telah ditetapkan sebagai Standard kompetensi lulusan S1 Gizi baik dalam skala Nasional Maupun Internasional, yaitu oleh:

  1. Committee Accreditation Dietitian Education (CADE), 2002
  2. SK Menkes RI 374/Menkes/SK/III/2007 Tentang Standart Profesi Gizi
  3. Hasil Muktamar Nasional 1 Asosiasi Institusi Pendidikan Gizi Indonesia (AIPGI), Malang 19-24 Agustus 2004

Secara umum kompetensi utama lulusan S1 Gizi terbagi atas:

  1. Kompetensi dasar
  2. Kompetensi penekanan Dietetik
  3. Kompetensi penekanan Manajemen Gizi Masyarakat
  4. Kompetensi penekanan Manajemen Sistem Pelayanan Makanan

 

Dimana pada setiap kompetensi penekanan, seorang lulusan S1 Gizi harus mampu melakukan/mengkoordinir ke-4 aspek kegiatan sebagai berikut:

  1. Pengkajian status gizi
  2. Menegakkan diagnosis gizi
  3. Melakukan intervensi gizi
  4. Melakukan monitoring dan evaluasi gizi

 

KOMPETENSI DASAR

  1. Melakukan praktek kegizian sesuai dengan nilai-nilai dan Kode Etik Profesi Gizi
    Perform in accordance with Code of Ethics
  2. Merujuk pasien/klien kepada profesional Nutrisionis/Dietitian atau disiplin lain bila diluar kemampuan/kewenangan
    Refer clients to other dietetic professionals or discipline when a situation is beyond one’s level or area or competence
  3. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan profesi.
    Participate in professional activities
  4. Melakukan pengkajian diri dan berpartisipasi dalam pengembangan profesi serta pendidikan seumur hidup.
    Perform self assessment, prepare a PORTFOLIO  for professional development, and participate in lifelong learning activities
  5. Menggunakan teknologi mutakhir untuk kegiatan komunikasi dan informasi.
    Use current technology for information and communication activities (perform)
  6. Menginterpretasikan dan memadukan pengetahuan ilmiah terbaru dalam praktek kegizian.
    Interpret and incorporate new scientific knowledge into practice

 

KOMPETENSI DASAR 2

  1. Berpartisipasi dalam perubahan organisasi, perencanaan dan proses penetapan tujuan
    Participate in organizational change and planning and in goal-setting process
  2. Berpartisipasi dalam pendayagunaan sumber daya manusia
    Participate in human resource functions
  3. Merujuk klien kepada pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih sesuai dengan kesehatan umum dan gizi.

 

KOMPETENSI PENEKANAN GIZI KLINIK (DIETETIK) (1)

  1. Mengawasi rancangan menu sesuai dengan kebutuhan dan status kesehatan klien.
    Supervise design of menus as indicated by the patients health status
  2. Mengawasi penapisan gizi untuk individu dan kelompok.
    Supervise nutrition screening of individual
  3. Mengawasi penilaian gizi klien dengan kondisi kesehatan umum (obesitas, hipertensi, dll).
    Supervise nutritional assessment of individual with uncomplicated instances
  4. Menilai status gizi individu dengan kondisi kesehatan kompleks (ginjal, gizi buruk, dll).
    Assess nutritional status of individual with complex medical condition
  5. Merancang dan menerapkan rencana pelayanan gizi sesuai dengan keadaan kesehatan klien.
    Design and implement nutrition care plans as indicated by the clients health status (perform))
  6. mengelola pemantauan asupan makanan dan gizi klien
    MANAGE  monitoring of patients food and or nutrient intake

KOMPETENSI PENEKANAN GIZI KLINIK (DIETETIK) (2)

  1. Memilih, menerapkan, dan mengevaluasi standar makanan enteral dan parenteral untuk memenuhi kebutuhan gizi yang dianjurkan termasuk zat gizi makro.
    Select, implement and evaluate standard enteral and parenteral nutrition regiments
  2. Mengembangkan dan menerapkan rencana pemberian makanan peralihan.
    Develop and implement transitional feeding plans
  3. Mengkoordinasikan dan memodifikasi kegiatan pelayanan gizi diantara diantara pemberi pelayanan.
    Coordinate and modify nutrition care activities among caregivers
  4. Melakukan komponen pelayanan gizi dalam forum diskusi tim medis untuk tindakan dan rencana rawat jalan pasien.
    Conduct nutrition care component of interdisciplinary team conferences to discuss patient treatment and discharge planning
  5. Mengawasi dokumentasi pengkajian dan intervensi gizi.
    Supervise documentation of nutrition assessment and intervention
  6. Memberikan pendidikan gizi dalam praktek kegizian.
    Provide dietetics education in supervised practice settings (perform)

KOMPETENSI PENEKANAN GIZI KLINIK (DIETETIK) (3)

  1. 1.Mengawasi konseling, pendidikan, dan/atau intervensi lain dalam promosi kesehatan atau pencegahan penyakit yang diperlukan dalam terapi gizi untuk keadaan penyakit umum.
    Supervise counseling, education or other health promotion activities for clients needing medical nutrition therapy for uncomplicated instances of common condition

KOMPETENSI PENEKANAN GIZI MASYARAKAT (1)

  1. Berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah dalam bidang pangan, ketahanan pangan, pelayanan gizi dan kesehatan.
    Participate in legislative and public policy processes as they affect food, food security, nutrition and health care
  2. Mengawasi dokumentasi pengkajian dan intervensi gizi.
    Supervise documentation of nutrition assessment and intervention
  3. Mengkaji ulang dan mengembangkan materi pendidikan untuk populasi sasaran.
    Supervise education and training for target groups
  4. Mengawasi pendidikan dan pelatihan gizi untuk kelompok sasaran tertentu
    Develop and review educational materials for target populations (perform)
  5. Berpartisipasi dalam penggunaan media massa untuk promosi pangan dan gizi.
    Participate in the use of mass media to promote food and nutrition
  6. Mengawasi penapisan status gizi kelompok masyarakat.
    SUpervise screening of nutritional status of population or community

KOMPETENSI PENEKANAN GIZI MASYARAKAT (2)

  1. Melakukan penilaian status gizi kelompok masyarakat.
    Conduct assessment of nutritional status of population or community
  2. Melakukan pelayanan gizi pada berbagai kelompok masyarakat sesuai dengan budaya, agama dalam daur kehidupan.
    Provide nutrition care for people of diverse culture and religions across the lifespan
  3. Melakukan program promosi kesehatan atau program pencegahan penyakit.
    Conduct community-based health promotion/prevention disease intervention program
  4. Berpartisipasi dalam pengembangan dan evaluasi program pangan dan gizi masyarakat.
    Participate in development and evaluation of a community based food and nutrition program
  5. Mengawasi pangan dan program gizi masyarakat.
    Supervise community based food and nutrition program

KOMPETENSI PENEKANAN GIZI INSTITUSI (MANAJEMEN SISTEM PELAYANAN MAKANAN (1)

  1. Mengawasi perbaikan mutu pelayanan gizi dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan.
    Supervise quality improvement, including system and customer satisfaction for dietetics service and or practice
  2. Mengembangkan dan mengukur dampak dari pelayanan dan praktek kegizian.
    Develop and measure outcomes for food and nutrition services and practice (perform)
  3. Berpartisipasi dalam bisnis atau pengembangan rencana operasional.
    Participate in business or operating plan and development
  4. Mengawasi pengumpulan dan pengolahan data keuangan praktek kegizian.
    Supervise the collection and processing of financial data
  5. Melakukan fungsi pemasaran.
    Perform marketing functions
  6. Berpartisipasi dalam pendayagunaan sumber daya manusia
    Participate in human resource functions

KOMPETENSI PENEKANAN GIZI INSTITUSI (MANAJEMEN SISTEM PELAYANAN MAKANAN (2)

  1. Berpartisipasi dalam pengelolaan sarana fisik termasuk pemilihan peralatan dan merancang/merancang ulang unit-unit kerja.
    Participate in facility MANAGEMENT , including equipment selection and design/re-design of work units
  2. Mengawasi sumberdaya manusia, keuangan, fisik, materi dan pelayanan secara terpadu.
    Supervise the integration of financial, human, physical, and material resources and services
  3. Mengawasi produksi makanan yang sesuai dengan pedoman gizi, biaya dan daya terima klien.
    Supervise production of food that meets nutrition guidelines, cost parameters, and customer acceptance
  4. Mengawasi pengembangan dan atau modifikasi resep/formula.
    Supervise development and or modification of RECIPES /formulas
  5. Mengawasi penerjemahan kebutuhan gizi menjadi menu makanan untuk kelompok sasaran.
    Supervise translation of nutrition into foods/menus for target population
  6. Berpartisipasi dalam melakukan penilaian cita rasa (organoleptik) makanan dan produk gizi.
    Participate in applied sensory evaluation of food and nutrition products

KOMPETENSI PENEKANAN GIZI INSTITUSI (MANAJEMEN SISTEM PELAYANAN MAKANAN (3)

  1. Mengawasi sistem pengadaan, distribusi, dan pelayanan makanan.
    Supervise procurement, distribution, and service within delivery system
  2. MMengelola keamanan dan sanitasi makanan.
    Manage safety and sanitation issues related to food and nutrition
  3. Berpartisipasi dalam penetapan biaya praktek pelayanan kegizian.
    Participate in coding, billing of dietetics/nutrition services to obtain reimbursement for services from public or private insurers

CAPAIAN PEMBELAJARAN (LEARNING OUTCOME) S1 GIZI

  1. Mahasiswa mampu menganalisis Pengkajian status gizi
  2. Mahasiswa mampu Menegakkan diagnosis gizi
  3. Mahasiswa mampu Melakukan intervensi gizi
  4. Mahasiswa mampu Melakukan monitoring dan evaluasi gizi