Lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI)

Globalisasi sebagai bagian perubahan yang tidak terelakkan dalam dunia pendidikan adalah salah satu dasar dibentuknya Lembaga Penjaminan Mutu internal Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Sumbar. Wadah ini merupakan sarana untuk mencapai peningkatan kualitas standar pendidikan yang baik mengacu kepada standar Badan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi tahun 2010. Dalam pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu ini tetap menyesuaikan dengan visi dan misi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Sumatera Barat.Selain itu dengan dideklarasikannya Pangkalan Data Perguruan Tinggi ( PDPT ) pada tanggal 03 Desember 2010 maka PDPT dan Lembaga Penjaminan Mutu Internal serta Sistem Penjaminan Mutu Eksternal menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam peningkatan kualitas  yang bersifat mutlak untuk mencapai peringkat akreditasi yang baik.

Kegiatan Lembaga Penjaminan Mutu STIKes Perintis diawali dengan SK Ketua STIKes No.   /STIKes-YP/Um/   /2011  tentang Struktur Pengurus LPMI. Melalui Surat Keputusan tersebut diharapkan LPMI dapat bekerja secara terarah, komprehensif dan terintegrasi dari sistem organisasi yang ada di tingkat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Sumbar. Dalam Pelaksanaannya menitikberatkan kepada proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta tata kelola.  Pelaksanaan penjaminan mutu ini tidakbisa berjalan dengan sendirinya tanpa adanya bantuan yang signifikan dari Kementrian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggimelalui terbitnya SPM – PT 2010.

Dalam perjalanannya dan mengakomodir perubahan yang terus berkembang untuk mencapai mutu yang terbaik melalui pencapaian hasi akreditasi, Lembaga Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Perintis Sumbar terus melakukan penyempurnaan melalui SK Ketua STIKes Perintis Nomor 179/STIKes-YP/II/2014 tentang Pengangkatan Tim Lembaga Penjaminan Mutu Internal periode 2013-2017.

Seiring dengan diterbitkannya Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT) 2010 maka LPMI STIKes Perintis mengakomodir perubahan tersebut dari Standar Identitas, Standar Isi, Standar Proses Pembelajaran, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Prasarana dan Sarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian Pendidikan, Standar Penelitian Ilmiah, Standar Pengabdian Masyarakat, Standar Kemahasiswaan, Standar Kesejahteraan, Standar Suasana Akademik, Standar Sistem Informasi dan Standar Kerja Sama.

Selain itu Pangkalan Data Perguruan Tinggi yang sudah mulai dikenal di Perguruan Tinggi di Indonesia pada akhir 2006 merupakan hal yang penting. PDPT mesti selalu handal dengan sistem EPSBED sebagai data dasar dan bertujuan untuk menyediakan informasi yang cepat, tepat, dan akurat sehingga ini merupakan dasar untuk pengambilan keputusan manajemen dalam pelaksanaan program pengembangan, perencanaan, monitoring, evaluasi dan manajemen.

Peningkatan dilakukan juga terhadap substansi dari Mutu itu sendiri berupa pengembangan dokumen standar mutu yang mengacu pada ISO 9001 : 2008.

 

PERNYATAAN MUTU LEMBAGA PENJAMINAN MUTU INTERNAL

STIKES PERINTIS PADANG

VISI

Visi Lembaga Penjaminan Mutu Internal STIKES Perintis  adalah “Menjadi lembaga penjaminan mutu yang memastikan terpenuhinya standar mutu akademik bagi terwujudnya Stikes Perintis sebagai Stikes yang sehat dan bermutu”

MISI

  1. Membangun dan mengembangkan model sistem manajemen/ penjaminan mutu yang memenuhi standar nasional.
  2. Membangun dan mengembangkan standar mutu dan prosedur mutu akademik dari sistem penjaminan mutu STIKES Perintis.
  3. Memastikan implementasi sistem penjaminan mutu diseluruh unit di lingkungan STIKES Perintis.
  4. Memastikan kepuasan pelanggan dan stakeholders STIKES Perintis terpenuhi.
  5. Memberikan pelayanan dan pelatihan sistem penjaminan mutu untuk internal.
  6. Membangun budaya mutu bagi sumber daya manusia dan organisasi di lingkungan STIKES Perintis.
  7. Melakukan perbaikan yang terus menerus dalam implementasi dan pengembangan sistem penjaminan mutu STIKES Perintis.
  8. Memberikan kontribusi positif terhadap nilai tambah Stikes Perintis

KEBIJAKAN MUTU

Untuk mencapai Visi, Misi dan Tujuan secara efektif, efisien dan akuntabel, maka setiap unit di lingkungan STIKES dalam merancang serta melaksanakan tugas, fungsi dan pelayanannya harus berdasarkan standar mutu yang semakin baik dan mengikuti manual ataupun prosedur tertentu yang ditetapkan dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) STIKes dan secara periodik dilakukan evaluasi diri serta audit internal mutu.

SASARAN MUTU TAHUN 2017 – 2018

  1.  Jumlah Auditor terlatih dan tersertifikasi meningkat 10% per tahun
  2. Temuan Audit Internal < 25%

Wewenang dan Tanggung Jawab LPMI

Wewenang dan tanggung jawab (WT) LPMI dalam mengawal dan monitoring pelaksanaan dan implementasi SPM di Lingkungan STIKES Perintis sesuai dengan kedudukan jabatan dalam organisasi LPMI dan Lingkup kerja (job description) yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya. Secara rinci wewenang dan tanggung jawab pejabat yang berada dilingkungan LPMI adalah sebagai berikut :

Tugas dan Tanggung Jawab

Lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI)

  1. Membuat dokumen Kebijakan Mutu Internal STIKes , Standar Mutu Internal STIKes, Peraturan Akademik STIKes, Manual Mutu STIKes
  2. Membuat Prosedur Mutu yang berlaku di lingkungan STIKes.
  3. Membuat formulir layanan administrasi akademik, administrasi dan keuangan, dan kemahasiswaan
  4. Sosialisasi sistem penjaminan mutu kepada sivitas akademika dalam lingkungan STIKes
  5. Konsultasi kepada GKM dan sivitas akademika STIKes tentang pelaksanaan penjaminan mutu
  6. Membahas dan menindaklanjuti laporan audit internal program studi
  7. Membahas dan menindaklanjuti laporan dari GKM
  8. Memonitor pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik
  9. Melakukan audit dan evaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik
  10. Bekerjasama dengan tim pendampingan akreditasi program studi
  11. Mengkoordinasikan penyusunan evaluasi diri program studi
  12. Mengkoordinasikan hasil evaluasi proses belajar mengajar dengan GKM
  13. Bekerjasama dengan tim pendampingan akreditasi STIKes
  14. Melaporkan secara berkala pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik kepada Ketua STIKes

Ketua

  1. Menyusun rencana, membagi tugas, memberi petunjuk dan menilai pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan LPMI serta pelaksanaan proses penjaminan mutu berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk pelaksanaan tugas.
  2. Melakukan pengawasan keseluruhan satuan pendidikan berdasarkan SOP
  3. Melakukan sosialisasi dan bimbingan kepada seluruh satuan pendidikan dan memberikan sanksi kepada yang lalai dalam melaksanakan tugas.
  4. Meminta petunjuk atasan
  5. Menentukan prioritas pekerjaan
  6. Menolak hasil kerja bawahan yang tidak relevan.

Sekretaris

  1. Membantu ketua dalam pelaksanakan kegiatan administrasi
  2. Menjamin kerahasiaan data LPMI
  3. Merencanakan dan menyediakan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam kegiatan penjaminan mutu.
  4. Menggandakan form yang dibutuhkan
  5. Mendokumentasikan hasil pengolahan data audit.
  6. Menyiapkan piagam Audit Internal
  7. Mengawal web Dikti terkait dengan informasi-informasi penjaminan mutu

Penanggung jawab Dokumen Mutu

  1. Mendokumentasikan dokumen mutu (kebijakan mutu, Manual mutu, standar mutu, SOP, dan formulir – formulir mutu)
  2. Mengembangkan pedoman dan tata cara evaluasi internal penjaminan mutu
  3. Merencanakan dan membuat dokumen penjaminan mutu sesuai dengan buku pedoman Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi 2010 dan ISO  9001- 2008.
  4. Merevisi dokumen penjaminan mutu sesuai dengan perubahan yang terjadi berdasarkan hasil evaluasi.Mensosialisasikan perubahan dokumen penjaminan mutu.

Penanggung jawab Implementasi Mutu

  1. Melakukan Audit Internal penjaminan mutu
  2. Menjaga kerahasiaan data LPMI
  3. Menyiapkan kode etik auditor
  4. Bekerjasama dalam menyusun draf manual  prosedur audit Internal, piagam Audit Internal dan kode etik auditor
  5. Melakukan rapat mutu Prodi dan unsur-unsur terkait dalam   pelaksanaan Audit Internal
  6. Merencanakan Jadwal pelaksanaan Audit Internal
  7. Melakukan Audit Internal secara periodik
  8. Melakukan refreshing Audit Internal
  9. Merencanakan anggaran kegiatan Audit  Internal

Gugus kendali mutu (GKM)

  1. Melaksanakan dan mengendalikan penjaminan mutu
  2. Menyusun Manual Prosedur dan formulir yang relevan dengan program studi
  3. Menganalisis hasil evaluasi proses pembelajaran setiap dosen
  4. Mengevaluasi kesesuian RPKPS dengan pelaksanaan perkuliahan
  5. Mengevaluasi tingkat kehadiran dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan
  6. Merumuskan tindakan perbaikan proses pembelajaran
  7. Menyusun laporan hasil evalusai proses pembelajaran
  8. Menyerahkan hasil evaluasi proses pembelajaran kepada LPMI
  9. Mengevaluasi pelaksanaan / implementasi SOP di Prodi
  10. Merencanakan dan mengevaluasi pencapaian sasaran mutu di Prodi
  11. Memonitoring dan mengevaluasi aplikasi pengabmas dan penelitian dosen di Prodi
  12. Membuat laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penjaminan mutu di Prodi